Ratusan Relawan Bencana Apel Akbar di Solo
Ribuan relawan tersebut terdiri dari berbagai komunitas seperti BPBD, PMI, SAR, TNI, KSR dan lain sebagainya. Apel relawan ini digelar guna memeringati Hari Relawan Internasional 2018. Apel sekaligus sebagai langkah konsolidasi menghadapi musim hujan. Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menyebut, relawan diibaratkan sebagai tulang punggung negara. "Sebab tanpa relawan, penanganan bencana di mana pun tidak akan selesai," ungkap Rudy saat berpidato di hadapan ribuan relawan, Minggu, 9 Desember 2018. Rudy mengapresiasi para relawan yang ikhlas bekerja. "Relawan itu tanpa pamrih, berangkat kadang hanya dengan bekal secukupnya saja," ujar Rudy.
Memasuki musim hujan, ia berpesan agar para relawan meningkatkan kewaspadaan. Bukan hanya banjir, beberapa musibah seperti longsor, angin kencang dan pohon tumbang pun harus menjadi perhatian relawan sejak saat ini. "Semoga para relawan ini akan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjadi contoh bagi masyarakat," beber Rudy. Apel dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana alam. Ratusan relawan mempraktikkan beberapa adegan penyelamatan, antara lain dalam situasi bencana banjir serta pohon tumbang.
Pemetaan Kawasan Rawan Bencana
Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng telah memetakan kawasan rawan bencana. Ratusan desa di Solo serta kabupaten-kabupaten sekitarnya tercatat rawan banjir dan longsor. Terpisah, Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengemukakan, dari satu kota (Solo) dan enam kabupaten di sekitarnya (Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Wonogiri, Klaten, Karanganyar), Kabupaten Wonogiri paling rawan banjir. Data tersebut bersumber dari hasil rekapitulasi BPBD Jateng mengenai wilayah rawan terdampak bencana banjir dan longsor di Jateng tahun 2018/2019. "Di Wonogiri tercatat ada 23 kecamatan dan 73 desa rawan banjir," ungkap Sarwa. Disusul kemudian Kabupaten Klaten yang mencapai 73 desa rawan terdampak banjir. Lalu Sukoharjo dengan wilayah rawan terdampak banjir sebanyak 70 desa. Sedangkan di Kota Solo, lanjut Sarwa, 22 kelurahan di lima kecamatan juga rawan terdampak banjir.
Selain ancaman banjir, BPBD juga mengimbau masyarakat mewaspadai bencana tanah longsor di musim penghujan. Di Kota Solo dan enam kabupaten sekitarnya, wilayah rawan terdampak longsor paling banyak terdapat di Kabupaten Klaten. "245 desa di Klaten rawan terdampak longsor," tutur dia.Disusul kemudian Wonogiri dan Boyolali, masing-masing 139 dan 63 desa rawan terdampak longsor. Kewaspadaan terhadap bencana banjir dan longsor, kata dia, harus terus dilakukan hingga awal tahun mendatang. "Diprediksi musim penghujan berlangsung hingga April 2019," ucap Sarwa. Editor : Deny Irwanto
Sumber : http://www.metrotvnews.com/amp/dN6n0gPN-ratusan-relawan-bencana-apel-akbar-di-solo