PMI Solo Akan Bentuk Relawan Siaga Bencana
Palang Merah Indonesia (PMI) Solo akan membentuk sejumlah kelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Pembentukan ini dilakukan, sebagai langkah mencanangkan Kota Solo sebagai Kota Tangguh Bencana pada 2018. Begitu diungkapkan Kepala Markas PMI Solo, Tri Muryanto, Kamis (21/9/2017). Ia menjelaskan, sebenarnya pihaknya telah membuat percontohan relawan Sibat di tiga kelurahan di Solo.
"Tiga kelurahan itulah sebagai rintisan pendirian Sibat, yakni Kelurahan Semanggi, Kelurahan Sangkrah, dan Kelurahan Sewu,” ungkapnya. Sedangkan sejumlah kelurahan bentukan Sibat baru, urainya, di antaranya berada di Kelurahan Joyontakan, Kelurahan Joyosuran, Kelurahan Pajang, Kelurahan Jebres, Kelurahan Bumi, Kelurahan Gandekan, Kelurahan Pucangsawit, Kelurahan Pasarkliwon, Kelurahan Nusukan, Kelurahan Laweyan, Kelurahan Banyuanyar, Kelurahan Sondakan, Kelurahan Kedunglumbu, serta Kelurahan Jagalan.
Ia menilai, jumlah kelurahan tersebut bakal bertambah, seiring kemampuan PMI Solo mengadakan pelatihan dan pembinaan terhadap relawan Sibat. Penambahan jumlah Sibat di beberapa kelurahan tersebut, menurutnya telah dipertimbangkan dari tingkat kerawanan bencana yang ada.
“Misal, yang kami pilih sekarang ini adalah kawasan yang rawan banjir dan berada di aliran sungai. Intinya bergantung kepada kerawanan tingkat kebencanaannya,” katanya. Ia pun menambahkan, setiap kelompok relawan Sibat, sebagai awalan akan didukung oleh 15 personel relawan. Mereka, lanjutnya, bakal diberi pelatihan kepalangmerahan, standar operasional Sibat, hingga pemetaan rawan bencana. "Termasuk mereka semua akan diberikan keahlian tentang dapur umum, evakuasi dan transportasi, serta pengungsian," urainya.
Sumber :
http://jateng.tribunnews.com/2017/09/21/pmi-solo-akan-bentuk-relawan-siaga-bencana