Kategori » Kota

Kapitalisasi Ruang Publik

Akhir Oktober lalu tepatnya pada tanggal 28-29 Oktober 2017 diadakan sebuah even bertajuk ‘Solo is Solo’, program pembuatan gambar-gambar mural di dinding ruang publik kota Solo, tepatnya di daerah Singosaren. Merujuk pada informasi yang disampaikan oleh Kasi Promosi Wisata... Selengkapnya →

Memetri Kali Pepe : Belajar & Bergembira Bersama

Memetri Kali Pepe merupakan rangkaian proses belajar mengajar di kelas-kelas Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Lingkungan, Perubahan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (2015-2016). Mata kuliah yang sebenarnya memuat konteks dan tuntutan untuk belajar lebih luas dalam beragam dimensi. Ide yang bisa... Selengkapnya →

Srawung Kampung Kota

Satu dekade lebih, narasi kota-kota di Indonesia mengalami banyak perubahan yang bersifat fundamental, dimana pemicu utamanya adalah bergesernya bandul kekuasaan yang bergerak dari pusat ke daerah. Nalar desentralisasi serta merta menjadi titik mula gelombang proses, dinamika maupun perubahan... Selengkapnya →

Lokananta: Menolak Renta

Penggalan lirik Jangan Bakar Buku adalah salah satu lagu yang dimainkan oleh Pandai Besi dalam rangkaian mini tour di Lokananta (2014). Berlatar panggung sederhana dan lampu minimalis, konser tersebut penuh ‘kejutan’ dan saya menjadi salah satu penonton yang merasakan langsung... Selengkapnya →

Kampung, Sungai, & Asa Kota : Sebuah Undangan Berimaji

Air menjadi simpul awal bangunan peradaban. Narasi peradaban yang dibentuk oleh gelombang air memanjang dari benua Afrika, Eropa, maupun Asia, membentang dari jejak peradaban klasik hingga modern. Interaksi antar peradaban kemudian disulam lewat kisah-kisah ekspedisi antar budaya sekaligus... Selengkapnya →

Dinamika Tari Gaya Surakarta Diluar Tembok Keraton

Bangsa Indonesia yang terbentuk sejak 17 Agustus 1945 diwarnai oleh kesatuan adat-istiadat dan seni budaya tradisi yang dari waktu ke waktu terus bergerak dalam dinamika pewarisan kebudayaan. Tradisi sekaligus dapat diterjemahkan sebagai bentuk pewarisan atau penerusan norma-norma, adat-istiadat,... Selengkapnya →

Masyarakat dan Kebudayaan Indisch di Surakarta 1871-1940

Masyarakat Indisch Surakarta (selanjutnya disebut masyarakat Surakarta) pada paruh kedua abad XIX hingga paruh pertama abad XX merupakan bentuk masyarakat majemuk yang muncul sebagai produk kultural dan politik dari praktik kolonialisme abad XIX dan awal abad XX di Indonesia. Bentuk masyarakat... Selengkapnya →

Pertahankan Rumah dan Pekarangan

Prolog: Ruang bagi manusia sangat dibutuhkan pada wilayah kota, manusia bisa bergerak sesuka hatinya dengan memiliki akses kemana arah yang akan dituju, ketika sesama manusia menanyakan beragam kepentingan ruang untuk alasan tempat tinggal, usaha, peribadatan, bermain, proses pembelajaran, atau... Selengkapnya →