Narasi

Solo, Kota Federasi Kampung-Kampung

Solo, sebagai kota, telah berumur 273 tahun. Dihitung dari dipindahkannya ibu kota kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke desa Solo. Desa Solo adalah satu di antara banyak desa di tepi-tepi aliran sungai yang menggurita di tanah lembah Bengawan Solo ini. Desa-desa ini, sejak Solo menjadi kuthagara dan terus berkembang sejajar dengan kota-kota modern lain di Indonesia, teraglomerasi menjadi kampung-kampung perkotaan. Berbeda dengan desa Solo yang sengaja direkayasa menjadi kota, kampung-kampung ini “bertumbuh dengan sendirinya”. Laiknya pohon besar yang berakar dalam...

Selengkapnya →

Kali Ilang Kedhunge

/1/ Tiap kali musim hujan, aku teringat seorang tokoh bernama Ki Wiron Lumut. Dia adalah seorang pertapa-pemikir ekologis di tanah Sala. Dia meninggalkan Kidul Tanggul, desanya yang sering terkena banjir tiap musim hujan. Ki Wiron Lumut memutuskan pergi ke Brang Wetan, untuk bersemedi ekologis, setelah berkali-kali menghadap raja atas banjir yang menimpa desanya tapi tidak pernah ditanggapi. Ki Wiron Lumut memohon agar segera membuat kebijakan ekologis terhadap sungai yang ada di tanah Sala.    Menurut pengatamannya, masa depan permukiman masyarakat, harta...

Selengkapnya →

Anak Muda dan Ekologi Perkotaan

Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) mengadakan Kuliah Dosen Tamu, Selasa, 06 Maret 2018. Bertempat di Interactive Center FISHUM, kuliah umum kali ini mengangkat tema Anak Muda dan Ekologi Perkotaan. Menurut Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr. Sulistyaningsih, tema ini sangat menarik untuk dikaji, apalagi dikalangan mahasiswa. “Sebagai civitas akademika perlu memperhatikan dan melatih sence of emphaty kita kepada masyaralat yang tinggal di bantaran sungai. Bisa melakukan pendampingan dengan berbagai cara, misalnya transfer of...

Selengkapnya →

Membaca Peta Musik di Solo

Dinas Pariwisata Kota Solo menggelar acara diskusi musik bertajuk Bincang-Bincang Kreatif pada 20 Februari 2018 di gedung Lokananta. Diskusi itu dihadiri oleh jurnalis, akademisi dan pelbagai pelaku seni musik, baik karawitan, pop, rock, jazz, blues, keroncong, punk, dangdut serta kontemporer. Pematik materi adalah Joko Gombloh, seorang etnomusikolog dan pelaku seni musik kontemporer. Solo yang selama ini senantiasa mengkultuskan diri sebagai pusat (musik) tradisi ternyata menyimpan berbagai episentrum jenis musik lain yang sayup-sayup belum terbaca dengan jelas. Wajar kemudian jika...

Selengkapnya →

Kali Code : Dinamika Kampung Kota #2

Relasi sosial dan event merupakan dua hal yang saling berkesinambungan. Dalam proses pergerakannya, masyarakat yang tergabung dalam komunitas mengadakan berbagai acara atau event sebagai media eksistensi dan juga untuk membentuk identitas. Eksistensi dan identitas tersebut digunakan baik untuk komunitas itu sendiri maupun untuk kampung tempat komunitas tersebut terbentuk. Berbagai acara digelar dalam lingkup internal yang berarti hanya melibatkan masyarakat kampungnya dan juga lingkup eksternal yang berarti melibatkakan orang-orang ataupun kelompok lain yang berasal dari luar kampung. Hal...

Selengkapnya →