Peluang dan Tantangan Pemberdayaan Masyarakat, Kali Code dan Sibat Solo

Sungai memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi manusia yaitu sebagai penampung air hujan yang turun dari langit. Ketika air hujan turun dan membasahi bumi, maka udara tersebut akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah melalui sungai hingga akhirnya bermuara di laut. Bahkan dalam sejarah, sungai merupakan salah satu pembuka peradaban dan kebudayaan suatu daerah tertentu. Sungai menjadi tempat tinggal berbagai binatang dan tumbuhan yang keberadaannya memiliki banyak manfaat. Sungai juga menjadi salah satu bukti perkembangan peradaban manusia dari generasi ke generasi selanjutnya.
 
Saat ini keberadaan sungai yang vital dijaman dahulu sangat sulit ditemui. Banyak fungsi sungai yang hilang seiring dengan campur tangan masyarakat yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan bencana bencana. Diantaranya adalah masalah pencemaran sungai yang berdampak sangat luas. Belajar pada pengalaman komunitas Yogyakarta dan Solo dalam organisasi sungai dan upaya sebagai upaya penanggulangan yang mungkin timbul, Kampungnesia salah satu komunitas bentukan dosen-dosen dari Prosi Sosiologi FISIP UNS dalam hubungannya dengan SIBAT (Siaga Bencana) PMI Solo dan Komunitas Kali Code Kuliah Tamu: “ Merawat Sungai-Merawat Kehidupan ”dengan menghadirkan narasumber Totok Pratopo (Pemenrhati Kali Code Yogyakarta) & Budi Utomo dari Sibat Solo” yang dilaksanakan Kamis, 14 Maret 2019, mulai pukul 09.00 - 12.00 wib.
 
Kali Code mempunyai peran penting dalam perkembangan kota Yogyakarta, dimana secara histori dapat diterangkan bahwa keberadaan sungai Code yang membelah kota Yogyakarta dari utara ke selatan telah mengukuhkan bukti nyata bahwa masa lalu sempadan Code merupakan hamparan sawah yang sangat subur. Ini karena titik poros hulu Kode adalah Gunung Merapi dan peradaban udara telah menempatkan Kode menjadi elemen yang mengalirkan berbagai sumber udara ke Pantai Selatan.
 
Dalam paparannya Totok Praptopo meneyebutkan beberapa hal yang telah dilakukan oleh komunitas disepanjang Kali Code diantaranya terkait edukasi tentang sungai bagi masyarakat, siswa dan pemerintah disegala lini, pemberdayaan masyarakat terkait gerakan nol sampah Kali Code dan penghijauan bantaran, penggunaan mata air untuk SPAM, pelaksanaan upacara adat sungai Code –Merti Code yang telah dilangsungkan sejak tahun 2002, penyelamatan sempadan sungai, pembuatan wisata susur kampung code-pemberdayaan ekonomi, penguatan jejaring hulu-hilir, bahkan pembuatan serta pengenalan program Kebencanaan mengingat kali Code juga merupakan salah satu sungai yang terdampak lahar dingin saat Gunung Merapi Erupsi.
 
Sedangkan Budi Utomo dari Solo menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat disekitar Solo diperlukan untuk menanggulangi segala macam kebencanaan yang mungkin terjadi. Beliau menyampaikan pengalaman masa kecil tinggal di kawasan sungai disepanjang Sungai Bencana Solo dan tetap tinggal disana maka dia bertekat menjadikan sesuatu yang berbeda dengan membuat perubahan yang berasal dari lingkungan sekitar. (Maryani FISIP UNS)
 
Sumber https://fisip.uns.ac.id/2019/03/14/peluang-dan-tantangan-pemberdayaan-masyarakat-kali-code-dan-komunitas-sibat-kota-solo/ 

Berita Terkait